Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Hari Kesaktian Pancasila, serta peristiwa G30S/PKI, SMA Islam Nurul Fikri Serang menyelenggarakan kegiatan bertajuk Baday Sapujagat (Batik Day, Kesaktian Pancasila, G30SPKI) pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Acara ini diikuti oleh santri kelas 10 dan 11 Tholib, bertempat di Masjid Abdul Malik dan ruang kelas SMA.
Kegiatan Baday Sapujagat diadakan dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat pemahaman sejarah nasional, serta mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan bangsa yang diakui dunia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
.jpeg)
Dengan mengusung tema “Indah Dalam Budaya, Sakti Dalam Jiwa, Teguh Dalam Sejarah”, Baday Sapujagat dimulai pukul 07.15 melalui kegiatan apel pagi seperti biasa. Setelah itu, para santri berfoto bersama wali kelas dengan mengenakan kostum batik bebas pantas, mengabadikan momen kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan kreatif dan edukatif, seperti:

Setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba-lomba tersebut. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para santri menampilkan kreativitas, kepercayaan diri, serta semangat kebersamaan yang tinggi.
Walau kelas 12 belum dapat berpartisipasi karena tengah fokus pada rangkaian intensif TKA, hal tersebut tidak mengurangi semarak kegiatan yang diikuti oleh adik-adik kelas mereka.

Menurut Ustad Redho Catur Septian, S.Pd selaku Pembina OSIS, kegiatan ini merupakan momen positif yang berhasil menggabungkan tiga peringatan penting nasional dalam satu agenda penuh makna.
“Kegiatan ini sangat positif. Walaupun terdiri dari tiga rangkaian acara sekaligus dan sempat diundur karena padatnya agenda sebelumnya, hal itu tidak mengurangi keseruan dan semangat santri dalam berpartisipasi. Banyak karya dan bakat luar biasa yang tersalurkan melalui kegiatan ini,” ujar beliau.
.jpeg)
Kegiatan Baday Sapujagat 2025 menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan cinta budaya dapat diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan kreatif. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya belajar mengenal sejarah dan budaya bangsa, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi penerus Indonesia yang indah dalam budaya, sakti dalam jiwa, dan teguh dalam sejarah.