Pendekatan supporting (apresiasi) dan demanding (instruksi atau paksaan) dalam pengasuhan anak akan membuat potensi mereka melejit sekaligus tetap merasakan kasih sayang orang tua.
Itulah cuplikan materi dari kegiatan SMPI NFBS Serang dalam rapat pertemuan orang tua santri kelas 7 dan 8 yang dikemas dengan seminar parenting bertema "Are You a Strawberry Parent?" oleh Dr. Irfan Aulia, M.Psi., Sabtu, 8 Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan para orang tua, melaporkan perkembangan kegiatan santri selama semester 1, serta memperkuat bonding antara sekolah dan wali santri melalui seminar parenting yang bermanfaat.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMPI NFBS Serang, Usth. Nanik Restu Wardhani, S.E., yang memaparkan berbagai informasi mengenai kegiatan sekolah dan perkembangan santri.
Setelah itu, seminar parenting yang dipandu oleh Dr. Irfan Aulia, M.Psi., berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta.
Dalam pemaparannya, Dr. Irfan Aulia menyampaikan beberapa poin penting mengenai pola asuh yang efektif bagi anak, terutama bagi orang tua yang baru pertama kali menyekolahkan anaknya di pesantren.

Berikut beberapa ringkasan materi yang disampaikan:
1. Pentingnya amalan rutin seperti sedekah, doa, dan sholat yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.
2. Sikap orang tua dalam mendidik anak, yakni dengan memberikan 1 paksaan diimbangi dengan 3 apresiasi atau semangat.
3. Perlunya berdoa kepada Allah untuk kebaikan dan keberkahan bagi anak-anak.
4. Menerapkan pola komunikasi yang baik dengan anak melalui pertanyaan yang bersifat solusi.
5. Menghadapi masalah dengan tenang dan penuh kesabaran.
6. Komitmen dalam memberikan waktu berkualitas bagi anak.
Selain itu, Dr. Irfan juga menjelaskan pendekatan supporting (apresiasi) dan demanding (instruksi atau paksaan) dalam pengasuhan anak. Ia juga memberikan tips kepada para orang tua dalam menghadapi perbedaan karakter anak, baik introvert maupun ekstrovert.
Salah satu solusi bagi anak introvert adalah dengan membantunya menuliskan rencana aktivitas sosialnya, sedangkan bagi anak ekstrovert, orang tua dapat memberikan kesempatan lebih banyak untuk berinteraksi dengan orang lain.
Untuk para ibu yang menghadapi tantangan setelah pulang kerja, Dr. Irfan memberikan saran praktis agar tetap sabar dan tenang saat berhadapan dengan anak, seperti berwudhu atau mencuci muka sebelum masuk rumah serta mengganti pakaian kerja dengan pakaian rumah yang lebih nyaman.
Antusiasme para orang tua dalam mengikuti seminar ini begitu tinggi, bahkan dalam sesi diskusi, salah satu peserta mengusulkan agar seminar parenting ini diadakan secara rutin.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu parenting bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak mereka di lingkungan pesantren.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang lebih erat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik serta membimbing santri menjadi generasi yang sholeh, cerdas, dan muslih.